<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Bealif</title>
    <link>https://bealif.writeas.com/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Sun, 05 Apr 2026 14:11:54 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>&#34;Nih!&#34;</title>
      <link>https://bealif.writeas.com/nih?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[&#xA;&#34;Nih!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Makasih, Harsa. Lo baik banget sih.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tugas Keuangan Publik, gue liat ya.&#34;&#xA;&#xA;Melihat Harsa sudah mengeluarkan laptop dan buku catatan, Binar langsung kembali ke dalam kos untuk mengambil barang yang sama. Untung saja saling menguntungkan, dia paling malas bila tugasnya dilihat orang lain. Hasil kerja kerasnya menganalisis banyak kasus dan berakhir dibagi-bagi ke kawan lain.&#xA;&#xA;&#34;Mau lo apain hp gue?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mau chat Jevan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gila lo? Jangan!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kenapa Sa?&#34; Binar bertanya seolah tidak terima.&#xA;&#xA;&#34;Gue sama dia emang temenan, tapi nggak seakrab itu. Lagian-&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sa, tolong.&#34;&#xA;&#xA;Harsa kembali menghadap laptopnya. Lagi-lagi dia luluh.&#xA;&#xA;&#34;Yaudah, tapi jangan ngetik sembarangan.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>“Nih!”</p>

<p>“Makasih, Harsa. Lo baik banget sih.”</p>

<p>“Tugas Keuangan Publik, gue liat ya.”</p>

<p>Melihat Harsa sudah mengeluarkan laptop dan buku catatan, Binar langsung kembali ke dalam kos untuk mengambil barang yang sama. Untung saja saling menguntungkan, dia paling malas bila tugasnya dilihat orang lain. Hasil kerja kerasnya menganalisis banyak kasus dan berakhir dibagi-bagi ke kawan lain.</p>

<p>“Mau lo apain hp gue?”</p>

<p>“Mau chat Jevan.”</p>

<p>“Gila lo? Jangan!”</p>

<p>“Kenapa Sa?” Binar bertanya seolah tidak terima.</p>

<p>“Gue sama dia emang temenan, tapi nggak seakrab itu. Lagian-”</p>

<p>“Sa, tolong.”</p>

<p>Harsa kembali menghadap laptopnya. Lagi-lagi dia luluh.</p>

<p>“Yaudah, tapi jangan ngetik sembarangan.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://bealif.writeas.com/nih</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Dec 2021 09:10:57 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Malam Minggu</title>
      <link>https://bealif.writeas.com/malam-minggu-rz0k?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Malam Minggu&#xA;&#xA;Harsa turun dari motornya. Dia melepas helm kemudian berbalik menghadap Binar. Gadis itu tengah berkutat dengan rambutnya yang sedikit berantakan karena terkena angin saat perjalanan pulang.&#xA;&#xA;Menunggu Binar selesai dengan penampilannya, Harsa duduk di kursi panjang dekat parkiran.&#xA;&#xA;&#34;Belum bosen sakit hati? Ini udah minggu ke-3 kita kayak orang  bego, pura-pura pacaran.&#34;&#xA;&#xA;Binar menggeleng, dia menatap kedua mata Harsa yang tengah melihatnya juga. &#34;Berjuang, Sa.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Buat apa? Jevan udah punya cewek. Tingkah lo ini kayak perebut pacar orang,&#34; ungkap Harsa sejujur-jujurnya.&#xA;&#xA;Tak lupa dia menambahkan. &#34;Kemaren Marvin dateng ke kos gue. Habis gue diintrograsi sama dia.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hah? Serius? Astaga, gue nggak tau dia senekat itu.&#34; Binar menghampiri Harsa yang sudah berdiri, bersiap masuk ke cafe.&#xA;&#xA;&#34;Dia suka lo, Bin. Jangan tutup mata.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue suka Jevan!&#34; Binar mengatakan itu dengan tegas. Tepat saat Alea turun dari mobilnya.&#xA;&#xA;Suasana menjadi canggung ketika Alea berjalan menghampiri Binar. Dia menatap dari atas ke bawah. &#34;Lo cantik banget juga nggak, kaya juga nggak, tapi tingkah lo sok iya.&#34;&#xA;&#xA;Sejak SMA memang mulut Alea itu pedas. Tapi kali ini Binar tersulut emosi mengingat yang bicara di depannya adalah pacar Jevan. Lelaki yang mati-matian dia perjuangkan.&#xA;&#xA;&#34;Percuma lo ngejar Jevan. Gue sama dia udah mau tunangan. Tau diri dong, Harsa noh urusin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Udah-udah woi, stop!&#34; Harsa melerai dua gadis itu. Jangan lupakan dia masih berstatus sebagai pacar Binar.&#xA;&#xA;&#34;Bercanda doang pacar gue. Emang kalo ngambek semua temen gue dijadiin crush. Iya kan Sayang?&#34; Harsa merangkul bahu Binar lalu mengecup pipi kirinya.&#xA;&#xA;&#34;Manis banget kalo lagi marah. Udah dong, itu Jevan sama Alea bisa salah paham.&#34;&#xA;&#xA;Akting Harsa memang luar biasa. Alea tidak berkata apa-apa lagi. Gadis itu langsung melangkah masuk ke dalam. Mengabaikan apa yang didengarnya tadi.&#xA;&#xA;&#34;Sialan, apaan sih lo Sa. Main cium-cium gue.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Akting anjir, lo mau berantem sama Alea? Gila lo, jangan nekat. Anak pejabat tuh.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kambing lah, bodo amat. Mau anak presiden juga gue nggak takut!&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://bealif.writeas.com/tag:Malam" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Malam</span></a> Minggu</p>

<p>Harsa turun dari motornya. Dia melepas helm kemudian berbalik menghadap Binar. Gadis itu tengah berkutat dengan rambutnya yang sedikit berantakan karena terkena angin saat perjalanan pulang.</p>

<p>Menunggu Binar selesai dengan penampilannya, Harsa duduk di kursi panjang dekat parkiran.</p>

<p>“Belum bosen sakit hati? Ini udah minggu ke-3 kita kayak orang  bego, pura-pura pacaran.”</p>

<p>Binar menggeleng, dia menatap kedua mata Harsa yang tengah melihatnya juga. “Berjuang, Sa.”</p>

<p>“Buat apa? Jevan udah punya cewek. Tingkah lo ini kayak perebut pacar orang,” ungkap Harsa sejujur-jujurnya.</p>

<p>Tak lupa dia menambahkan. “Kemaren Marvin dateng ke kos gue. Habis gue diintrograsi sama dia.”</p>

<p>“Hah? Serius? Astaga, gue nggak tau dia senekat itu.” Binar menghampiri Harsa yang sudah berdiri, bersiap masuk ke cafe.</p>

<p>“Dia suka lo, Bin. Jangan tutup mata.”</p>

<p>“Gue suka Jevan!” Binar mengatakan itu dengan tegas. Tepat saat Alea turun dari mobilnya.</p>

<p>Suasana menjadi canggung ketika Alea berjalan menghampiri Binar. Dia menatap dari atas ke bawah. “Lo cantik banget juga nggak, kaya juga nggak, tapi tingkah lo sok iya.”</p>

<p>Sejak SMA memang mulut Alea itu pedas. Tapi kali ini Binar tersulut emosi mengingat yang bicara di depannya adalah pacar Jevan. Lelaki yang mati-matian dia perjuangkan.</p>

<p>“Percuma lo ngejar Jevan. Gue sama dia udah mau tunangan. Tau diri dong, Harsa noh urusin.”</p>

<p>“Udah-udah woi, stop!” Harsa melerai dua gadis itu. Jangan lupakan dia masih berstatus sebagai pacar Binar.</p>

<p>“Bercanda doang pacar gue. Emang kalo ngambek semua temen gue dijadiin crush. Iya kan Sayang?” Harsa merangkul bahu Binar lalu mengecup pipi kirinya.</p>

<p>“Manis banget kalo lagi marah. Udah dong, itu Jevan sama Alea bisa salah paham.”</p>

<p>Akting Harsa memang luar biasa. Alea tidak berkata apa-apa lagi. Gadis itu langsung melangkah masuk ke dalam. Mengabaikan apa yang didengarnya tadi.</p>

<p>“Sialan, apaan sih lo Sa. Main cium-cium gue.”</p>

<p>“Akting anjir, lo mau berantem sama Alea? Gila lo, jangan nekat. Anak pejabat tuh.”</p>

<p>“Kambing lah, bodo amat. Mau anak presiden juga gue nggak takut!”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://bealif.writeas.com/malam-minggu-rz0k</guid>
      <pubDate>Fri, 10 Dec 2021 23:29:35 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Malam Minggu</title>
      <link>https://bealif.writeas.com/malam-minggu-nx75?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Malam Minggu&#xA;&#xA;Harsa turun dari motornya. Dia melepas helm kemudian berbalik menghadap Binar. Gadis itu tengah berkutat dengan rambutnya yang sedikit berantakan karena terkena angin saat perjalanan pulang.&#xA;&#xA;Menunggu Binar selesai dengan penampilannya, Harsa duduk di kursi panjang dekat parkiran.&#xA;&#xA;&#34;Belum bosen sakit hati? Ini udah minggu ke-3 kita kayak orang  bego, pura-pura pacaran.&#34;&#xA;&#xA;Binar menggeleng, dia menatap kedua mata Harsa yang tengah melihatnya juga. &#34;Berjuang, Sa.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Buat apa? Jevan udah punya cewek. Tingkah lo ini kayak perebut pacar orang,&#34; ungkap Harsa sejujur-jujurnya.&#xA;&#xA;Tak lupa dia menambahkan. &#34;Kemaren Marvin dateng ke kos gue. Habis gue diintrograsi sama dia.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hah? Serius? Astaga, gue nggak tau dia senekat itu.&#34; Binar menghampiri Harsa yang sudah berdiri, bersiap masuk ke cafe.&#xA;&#xA;&#34;Dia suka lo, Bin. Jangan tutup mata.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue suka Jevan!&#34; Binar mengatakan itu dengan tegas. Tepat saat Alea turun dari mobilnya.&#xA;&#xA;Suasana menjadi canggung ketika Alea berjalan menghampiri Binar. Dia menatap dari atas ke bawah. &#34;Lo cantik banget juga nggak, kaya juga nggak, tapi tingkah lo sok iya.&#34;&#xA;&#xA;Sejak SMA memang mulut Alea itu pedas. Tapi kali ini Binar tersulut emosi mengingat yang bicara di depannya adalah pacar Jevan. Lelaki yang mati-matian dia perjuangkan.&#xA;&#xA;&#34;Percuma lo ngejar Jevan. Gue sama dia udah mau tunangan. Tau diri dong, Harsa noh urusin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Udah-udah woi, stop!&#34; Harsa melerai dua gadis itu. Jangan lupakan dia masih berstatus sebagai pacar Binar.&#xA;&#xA;&#34;Bercanda doang pacar gue. Emang kalo ngambek semua temen gue dijadiin crush. Iya kan Sayang?&#34; Harsa merangkul bahu Binar lalu mengecup pipi kirinya.&#xA;&#xA;&#34;Manis banget kalo lagi marah. Udah dong, itu Jevan sama Alea bisa salah paham.&#34;&#xA;&#xA;Akting Harsa memang luar biasa. Alea tidak berkata apa-apa lagi. Gadis itu langsung melangkah masuk ke dalam. Mengabaikan apa yang didengarnya tadi.&#xA;&#xA;&#34;Sialan, apaan sih lo Sa. Main cium-cium gue.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Akting anjir, lo mau berantem sama Alea? Gila lo, jangan nekat. Anak pejabat tuh.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kambing lah, bodo amat. Mau anak presiden juga gue nggak takut!&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://bealif.writeas.com/tag:Malam" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Malam</span></a> Minggu</p>

<p>Harsa turun dari motornya. Dia melepas helm kemudian berbalik menghadap Binar. Gadis itu tengah berkutat dengan rambutnya yang sedikit berantakan karena terkena angin saat perjalanan pulang.</p>

<p>Menunggu Binar selesai dengan penampilannya, Harsa duduk di kursi panjang dekat parkiran.</p>

<p>“Belum bosen sakit hati? Ini udah minggu ke-3 kita kayak orang  bego, pura-pura pacaran.”</p>

<p>Binar menggeleng, dia menatap kedua mata Harsa yang tengah melihatnya juga. “Berjuang, Sa.”</p>

<p>“Buat apa? Jevan udah punya cewek. Tingkah lo ini kayak perebut pacar orang,” ungkap Harsa sejujur-jujurnya.</p>

<p>Tak lupa dia menambahkan. “Kemaren Marvin dateng ke kos gue. Habis gue diintrograsi sama dia.”</p>

<p>“Hah? Serius? Astaga, gue nggak tau dia senekat itu.” Binar menghampiri Harsa yang sudah berdiri, bersiap masuk ke cafe.</p>

<p>“Dia suka lo, Bin. Jangan tutup mata.”</p>

<p>“Gue suka Jevan!” Binar mengatakan itu dengan tegas. Tepat saat Alea turun dari mobilnya.</p>

<p>Suasana menjadi canggung ketika Alea berjalan menghampiri Binar. Dia menatap dari atas ke bawah. “Lo cantik banget juga nggak, kaya juga nggak, tapi tingkah lo sok iya.”</p>

<p>Sejak SMA memang mulut Alea itu pedas. Tapi kali ini Binar tersulut emosi mengingat yang bicara di depannya adalah pacar Jevan. Lelaki yang mati-matian dia perjuangkan.</p>

<p>“Percuma lo ngejar Jevan. Gue sama dia udah mau tunangan. Tau diri dong, Harsa noh urusin.”</p>

<p>“Udah-udah woi, stop!” Harsa melerai dua gadis itu. Jangan lupakan dia masih berstatus sebagai pacar Binar.</p>

<p>“Bercanda doang pacar gue. Emang kalo ngambek semua temen gue dijadiin crush. Iya kan Sayang?” Harsa merangkul bahu Binar lalu mengecup pipi kirinya.</p>

<p>“Manis banget kalo lagi marah. Udah dong, itu Jevan sama Alea bisa salah paham.”</p>

<p>Akting Harsa memang luar biasa. Alea tidak berkata apa-apa lagi. Gadis itu langsung melangkah masuk ke dalam. Mengabaikan apa yang didengarnya tadi.</p>

<p>“Sialan, apaan sih lo Sa. Main cium-cium gue.”</p>

<p>“Akting anjir, lo mau berantem sama Alea? Gila lo, jangan nekat. Anak pejabat tuh.”</p>

<p>“Kambing lah, bodo amat. Mau anak presiden juga gue nggak takut!”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://bealif.writeas.com/malam-minggu-nx75</guid>
      <pubDate>Fri, 10 Dec 2021 15:00:17 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Malam Minggu</title>
      <link>https://bealif.writeas.com/malam-minggu-619y?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Malam Minggu&#xA;&#xA;Harsa turun dari motornya. Dia melepas helm kemudian berbalik menghadap Binar. Gadis itu tengah berkutat dengan rambutnya yang sedikit berantakan karena terkena angin saat perjalanan pulang.&#xA;&#xA;Menunggu Binar selesai dengan penampilannya, Harsa duduk di kursi panjang dekat parkiran.&#xA;&#xA;&#34;Belum bosen sakit hati? Ini udah minggu ke-3 kita kayak orang  bego, pura-pura pacaran.&#34;&#xA;&#xA;Binar menggeleng, dia menatap kedua mata Harsa yang tengah melihatnya juga. &#34;Berjuang, Sa.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Buat apa? Jevan udah punya cewek. Tingkah lo ini kayak perebut pacar orang,&#34; ungkap Harsa sejujur-jujurnya.&#xA;&#xA;Tak lupa dia menambahkan. &#34;Kemaren Marvin dateng ke kos gue. Habis gue diintrograsi sama dia.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hah? Serius? Astaga, gue nggak tau dia senekat itu.&#34; Binar menghampiri Harsa yang sudah berdiri, bersiap masuk ke cafe.&#xA;&#xA;&#34;Dia suka lo, Bin. Jangan tutup mata.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue suka Jevan!&#34; Binar mengatakan itu dengan tegas. Tepat saat Alea turun dari mobilnya.&#xA;&#xA;Suasana menjadi canggung ketika Alea berjalan menghampiri Binar. Dia menatap dari atas ke bawah. &#34;Lo cantik banget juga nggak, kaya juga nggak, tapi tingkah lo sok iya.&#34;&#xA;&#xA;Sejak SMA memang mulut Alea itu pedas. Tapi kali ini Binar tersulut emosi mengingat yang bicara di depannya adalah pacar Jevan. Lelaki yang mati-matian dia perjuangkan.&#xA;&#xA;&#34;Percuma lo ngejar Jevan. Gue sama dia udah mau tunangan. Tau diri dong, Harsa noh urusin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Udah-udah woi, stop!&#34; Harsa melerai dua gadis itu. Jangan lupakan dia masih berstatus sebagai pacar Binar.&#xA;&#xA;&#34;Bercanda doang pacar gue. Emang kalo ngambek semua temen gue dijadiin crush. Iya kan Sayang?&#34; Harsa merangkul bahu Binar lalu mengecup pipi kirinya.&#xA;&#xA;&#34;Manis banget kalo lagi marah. Udah dong, itu Jevan sama Alea bisa salah paham.&#34;&#xA;&#xA;Akting Harsa memang luar biasa. Alea tidak berkata apa-apa lagi. Gadis itu langsung melangkah masuk ke dalam. Mengabaikan apa yang didengarnya tadi.&#xA;&#xA;&#34;Sialan, apaan sih lo Sa. Main cium-cium gue.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Akting anjir, lo mau berantem sama Alea? Gila lo, jangan nekat. Anak pejabat tuh.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kambing lah, bodo amat. Mau anak presiden juga gue nggak takut!&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://bealif.writeas.com/tag:Malam" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Malam</span></a> Minggu</p>

<p>Harsa turun dari motornya. Dia melepas helm kemudian berbalik menghadap Binar. Gadis itu tengah berkutat dengan rambutnya yang sedikit berantakan karena terkena angin saat perjalanan pulang.</p>

<p>Menunggu Binar selesai dengan penampilannya, Harsa duduk di kursi panjang dekat parkiran.</p>

<p>“Belum bosen sakit hati? Ini udah minggu ke-3 kita kayak orang  bego, pura-pura pacaran.”</p>

<p>Binar menggeleng, dia menatap kedua mata Harsa yang tengah melihatnya juga. “Berjuang, Sa.”</p>

<p>“Buat apa? Jevan udah punya cewek. Tingkah lo ini kayak perebut pacar orang,” ungkap Harsa sejujur-jujurnya.</p>

<p>Tak lupa dia menambahkan. “Kemaren Marvin dateng ke kos gue. Habis gue diintrograsi sama dia.”</p>

<p>“Hah? Serius? Astaga, gue nggak tau dia senekat itu.” Binar menghampiri Harsa yang sudah berdiri, bersiap masuk ke cafe.</p>

<p>“Dia suka lo, Bin. Jangan tutup mata.”</p>

<p>“Gue suka Jevan!” Binar mengatakan itu dengan tegas. Tepat saat Alea turun dari mobilnya.</p>

<p>Suasana menjadi canggung ketika Alea berjalan menghampiri Binar. Dia menatap dari atas ke bawah. “Lo cantik banget juga nggak, kaya juga nggak, tapi tingkah lo sok iya.”</p>

<p>Sejak SMA