“Nih!”
“Makasih, Harsa. Lo baik banget sih.”
“Tugas Keuangan Publik, gue liat ya.”
Melihat Harsa sudah mengeluarkan laptop dan buku catatan, Binar langsung kembali ke dalam kos untuk mengambil barang yang sama. Untung saja saling menguntungkan, dia paling malas bila tugasnya dilihat orang lain. Hasil kerja kerasnya menganalisis banyak kasus dan berakhir dibagi-bagi ke kawan lain.
“Mau lo apain hp gue?”
“Mau chat Jevan.”
“Gila lo? Jangan!”
“Kenapa Sa?” Binar bertanya seolah tidak terima.
“Gue sama dia emang temenan, tapi nggak seakrab itu. Lagian-”
“Sa, tolong.”
Harsa kembali menghadap laptopnya. Lagi-lagi dia luluh.
“Yaudah, tapi jangan ngetik sembarangan.”