“Berangkat ya Ma.” pamit Adel pada ibunya.
“Iya hati-hati. Jangan tidur bareng ya sebelum nikah.”
“Iya Ma, aku inget kok. Tenang aja, anak mama masih terjaga bersih dan tapi.”
Xavian sontak tersenyum, ada-ada saja kata yang keluar dari bibir Adel. Wanita itu sungguh banyak bicara, mudah berubah mood, gampang emosi kalau lapar, sebal kalau lupa membawa lipstik atau lipgloss dan kenapa Xavian hafal itu semua?
“Nak Xavian, kalau Adel godain kamu jangan mau ya?”
Adel melotot pada mamanya, bisa-bisanya berucap seperti itu.
“Iya Tante. Aman kok.”
“Bener ya Xav, soalnya Adel suka lupa diri. Tante takut kamu kenapa-kenapa.”
“Maaa, aku cewek loh. Masa malah ngomong gitu ke Xavian.”
“Ya liat aja, Xavian kalem gitu disandingin sama kamu yang aktifnya minta ampun. Udah sana, keburu siang nanti macet.”
“Daaa Mamaku cintaku sayangku.” teriak Adel dari dalam mobil.